(sic)fallacy

2: The [sic]ness Continues
Follow Me

SIAPA ELIZABETH BATHORY?



By  Sic Fallacy     6/14/2011 12:31:00 PM    Categories,,, 
Assalamualaikum.
Baru ja saia selesai membaca buku The Blood Countess - Elizabeth Bathory yang sebenarnya agak lama berada di dalam simpanan saia.


Elizabeth Bathory?
Boleh disebut Elizabeth Bathory adalah "wanita terkejam sepanjang sejarah". Dia terbukti telah melakukan 650 pembunuhan berantai terhadap para gadis perawan. Motifnya, Bathory percaya darah para gadis perawan tersebut, boleh membuatnya awet muda.

Elizabeth Bathory merupakan wanita berketurunan bangsawan Hungaria ini, lahir di tahun 1560, kurang lebih 100 tahun setelah Vlad ‘The Impaler’ Dracula meninggal. Abangnya,adalah Prince Stephen Bathory yang merupakan salah seorang kesatria yang memimpin pasukan Vlad Dracul ketika merebut kembali kekuasaan di Wlachia seabad sebelumnya. Orang tua Elizabeth, Georges dan Anna adalah bangsawan kaya raya dan merupakan salah satu keluarga bangsawan paling kaya di Hungaria saat itu.

Keluarga besarnya juga terdiri dari kalangan mereka yang berpengaruh. Salah satu sepupunya adalah perdana menteri di Hungaria, seorang lagi adalah Kardinal. Bahkan pakciknya, Stepehen kemudian menjadi Raja Polandia. Namun keluarga Bathory memiliki ’sisi’ lainnya yang lebih ‘gelap’ selain segala kekayaan dan popularitinya.

Disebutkan bahawa salah seorang keluarganya yang lain adalah seorang Satanis dan penganut Paganisme sementara seorang sepupunya yang lain memiliki kelainan jiwa dan gemar melakukan kejahatan sexual. Tahun 1575, di usia 15 tahun Elizabeth berkahwin dengan Count Ferencz Nadasdy yang 10 tahun lebih tua darinya.
Disebabkan suaminya berasal dari golongan yang lebih rendah, maka Count Ferencz Nadasdy menggunakan nama Bathory dibelakangnya. Dengan demikian Elizabeth tetap menggunakan nama keluarganya iaitu Bathory dan tidak menjadi Nadasdy. Kedua pasangan tersebut kemudian tinggal di Istana Csejthe, yang terletak di atas pergunungan berhampiran desa Csejhte dibawahnya.

Suaminya jarang mendampingi Elizabeth kerana Count Ferencz lebih sering berada di medan pertempuran melawan Turki Usmani (Ottoman). Ferencz kemudian menjadi terkenal dengan keberaniannya di medan pertempuran, bahkan dianggap sebagai pahlawan di Hungaria dengan gelaran ‘Black Hero of Hungary’.

Selama ditinggal pergi suami, Elizabeth pernah terbukti berlaku curang dengan lelaki lain, tetapi dimaafkan suaminya. Dia pun menjadi seorang biseksual dengan melakukan hubungan lesbian dengan para pembantunya. Elizabeth kemudian mulai terpengaruh dengan satanisme yang diajarkan oleh salah seorang pelayan terdekatnya bernama Dorothea Szentes yang biasa dipanggil Dorka.

Kerana pengaruh Dorka, Bathory mulai menyenangi kepuasan seksual dengan penyiksaan yang dilakukannya terhadap pelayan-pelayannya yang masih muda. Selain Dorka, Elizabeth dibantu beberapa pelayan terdekatnya iaitu : Seorang Rahib,Iloona Joo, pelayan Johaness Ujvari dan seorang pelayan wanita bernama Anna Darvula, yang merangkap sebagai kekasih Elizabeth ketika itu. Bersama para pelayan setianya, Elizabeth merubah Istana Csejthe menjadi pusat kekejaman dan penyiksaan seksual.

Mulainya ritual mandi darah perawan ini sendiri bermula pada tahun 1600, ketika itu Elizabeth berusia 40 tahun. Dimana ia menyedari kulitnya semakin berkedut, kecantikannya semakin pudar. Ia melakukan segalanya untuk menjadikan kecantikannya kembali seperti dulu. 

Suatu hari saat pelayannya menyisir rambut Elizabeth, tidak sengaja menarik rambutnya dengan keras. Spontan Elizabeth berasa marah, dia kemudian menampar gadis tersebut, dan darah memancar dari hidung gadis tersebut dan mengenai telapak tangan Elizabeth. Ketika itu Elizabeth ‘menduga dan percaya’ bahawa darah gadis muda memancarkan cahaya kemudaannya. Serta merta dia memerintahkan 2 pelayannya , Johannes Ujvari dan Dorka menelanjangi gadis tersebut, digantung secara terbalik diatas bathtub dan kemudian memotong urat nadinya.


Ketika si gadis meninggal kehabisan darah, Elizabeth segera masuk kedalam bathtub tersebut dan berendam dalam kubangan darah. Dia menemui apa yang diyakininya sebagai ‘Rahsia Awet Muda’. Ketika semua pelayan mudanya sudah mati, Elizabeth mula merekrut gadis muda di desa sekitarnya untuk menjadi pelayan di istananya. Nasib mereka semuanya sama, diikat diatas bathtub secara terbalik, kemudian urat nadi mereka dipotong hingga darah mereka mengalir habis kedalam bathtub tersebut. Elizabeth seringkali berendam didalam kolam darah sambil menyaksikan para gadis yang jadi korbannya, longlai dan tiada setitis darah pun berbaki ditubuh tersebut.

Sesekali Elizabeth bahkan meminum darah para gadis tersebut untuk mendapatkan baginya "kecantikan dalaman". Lama kelamaan Elizabeth merasa bahawa darah para gadis desa tersebut masih kurang baginya. Demi mendapat darah yang lebih ‘berkualiti’, Elizabeth kemudian mensasarkan darah para gadis bangsawan rendahan. Dia kemudian melakukan banyak penculikan terhadap gadis-gadis bangsawan untuk dijadikan korbannya. Namun hal ini adalah ranjau baginya. Gadis-gadis bangsawan yang hilang dengan cepat menarik perhatian dikalangan bangsawan, orang orang berpengaruh hingga Raja sendiri.

Pada malam  30 December 1610,sepasukan tentera yang dipimpin sepupu Elizabeth sendiri, menyerbu Istana Csejthe. Mereka semua terkejut dengan apa yang mereka saksikan di dalam istana tersebut. Mayat seorang gadis yang pucat kehabisan darah terjelopok di atas meja makan, seorang gadis lagi yang masih hidup namun nyawa-nyawa ikan ditemui terikat di tiang dengan kedua urat nadinya disiat hingga menitiskan darah. Elizabeth dan beberapa anak buahnya ditangkap. 

Elizabeth dibicarakan pada tahun 1611, seramai 650 orang menjadi korban dilaporkan dari berbagai pihak. 4 pelayan Elizabeth dijatuhkan hukuman mati. Sedangkan Elizabeth dihukum dengan cara diasingkan di istananya sendiri dengan semua pintu ditutup dan hanya dibuatkan satu lubang kecil untuk memasukkan makanan ke dalam isatanya.

Pada tahun 1614, seorang penjaga melihat makanan Elizabeth tidak disentuh. Kerana rasa ingin tahu, penjaga itu mengintai melalui lubang kecil tersebut. Dan Elizabeth didapati telah meninggal dunia di istananya sendiri.

Info tambahan:
Bathory juga kini menjadi icon dalam agenda satanic. Malahan, ada artis berkonsepkan black metal, mengabadikan nama Bathory sebagai nama kumpulan. Ada juga berberapa klip video kumpulan black metal menyelitkan babak bermandikan darah mirip perlakuan Bathory ketika hayatnya.
Kisah kekejaman Elizabeth Bathory juga ini pernah difilemkan pada tahun 2008




 
 
 
 
 
 
 
 
 
DEVIL
MAY CRY..

About Sic Fallacy

Vanilla Android Code Ninja. [CLOCKWORK] Modder. Androidian. DUnified. XDA-University. Photography. CEO.


Translate